Pilarupdate.com — Kabar mengejutkan datang dari pesohor sekaligus pengusaha sukses Tanah Air, Raffi Ahmad. Di tengah kunjungannya ke Pulau Dewata untuk meninjau sejumlah proyek bisnisnya, helikopter yang ditumpangi “Sultan Andara” ini dikabarkan sempat mengalami guncangan hebat atau oleng saat mengudara di langit Bali pada Sabtu siang. Insiden ini dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem yang melanda kawasan selatan Bali secara tiba-tiba, membuat situasi di dalam kabin sempat mencekam. Meski sempat terjadi kepanikan singkat, pilot profesional yang mengawaki helikopter tersebut berhasil mengendalikan situasi dan mendaratkan burung besi tersebut dengan selamat di titik pendaratan yang telah ditentukan.
Terjebak Cuaca Ekstrem Secara Tiba-Tiba
Peristiwa tersebut bermula ketika Raffi Ahmad beserta rombongan terbatas sedang melakukan perjalanan udara untuk melihat progres pembangunan proyek properti dan beach club miliknya dari ketinggian. Langit Bali yang awalnya terlihat cerah mendadak berubah menjadi gelap akibat awan kumulonimbus yang terbentuk dengan sangat cepat—fenomena yang belakangan ini sering terjadi di wilayah pesisir. Saat berada di atas kawasan tebing Uluwatu, helikopter tersebut diterjang angin kencang (wind shear) yang mengakibatkan badan helikopter kehilangan stabilitas sejenak. Raffi, yang dikenal cukup sering menggunakan transportasi udara, mengakui bahwa guncangan kali ini terasa berbeda dan cukup menguji nyali.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya tak lama setelah mendarat, Raffi membagikan pengalaman menegangkan tersebut dengan nada yang masih sedikit bergetar. Ia menceritakan bagaimana helikopter sempat kehilangan ketinggian beberapa meter dalam hitungan detik akibat hempasan angin bawah.
“Tadi beneran kerasa banget, helikopternya sampai oleng ke kiri dan kanan. Sempat terpikir yang tidak-tidak, tapi alhamdulillah kapten pilotnya sangat tenang dan sigap mencari celah di tengah awan,” ujar Raffi dalam video singkatnya.
Keberanian dan ketenangan kru penerbangan menjadi kunci utama sehingga insiden ini tidak berujung pada kecelakaan fatal yang tidak diinginkan.
Peringatan BMKG dan Prosedur Keselamatan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memang telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di sebagian wilayah Bali, terutama bagi penerbangan rendah dan aktivitas laut. Angin kencang yang bertiup dari arah barat daya diprediksi bisa mencapai kecepatan hingga 25-30 knot, yang sangat berisiko bagi pesawat ringan maupun helikopter. Insiden yang dialami Raffi Ahmad menjadi pengingat nyata betapa krusialnya memperhatikan prakiraan cuaca lokal sebelum melakukan penerbangan wisata atau bisnis di pulau ini.
Pihak manajemen helikopter yang disewa oleh Raffi menyatakan bahwa semua prosedur keselamatan sebenarnya telah diikuti sebelum lepas landas. Namun, fenomena microburst atau dorongan angin ke bawah di kawasan pesisir Bali memang sulit diprediksi secara akurat dalam skala menit. Pasca-insiden “oleng” tersebut, pilot segera mengambil keputusan untuk membatalkan rute selanjutnya dan langsung menuju helipad terdekat demi keamanan penumpang. Pemeriksaan teknis pasca-penerbangan pun segera dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural pada baling-baling atau mesin akibat turbulensi hebat tersebut.
Kondisi Terkini dan Reaksi Netizen
Setelah mendarat dengan selamat, Raffi Ahmad terlihat langsung ditenangkan oleh timnya di lokasi. Meski sempat pucat, ayah dua anak ini tetap menunjukkan profesionalitasnya dengan melanjutkan agenda pertemuan bisnis secara tertutup di kawasan Nusa Dua. Ia juga mengimbau kepada teman-teman dan pengikutnya yang sedang berada di Bali untuk lebih waspada jika ingin bepergian menggunakan helikopter atau kapal cepat, mengingat kondisi alam yang sedang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Kabar ini dengan cepat menjadi viral di jagat maya, di mana ribuan netizen memberikan komentar penuh syukur atas keselamatan Raffi. Banyak yang mengingatkan agar sang artis tidak memaksakan jadwal di tengah cuaca ekstrem yang sedang melanda Indonesia secara umum. Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan transportasi udara di daerah wisata, sekaligus menekankan pentingnya kualifikasi pilot yang mumpuni dalam menghadapi situasi darurat di udara. Bagi Raffi, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam memilih waktu operasional udara di masa depan, meskipun tuntutan jadwal bisnisnya sangatlah padat.
