Pilarupdate.com — Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa hari terakhir semakin meluas. Dampak bencana ini kini di rasakan di 13 kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar merespons dengan menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari. Langkah ini diambil sebagai upaya koordinasi cepat dalam penanganan korban, distribusi bantuan, dan pemulihan infrastruktur yang terdampak.
Daerah Terdampak dan Dampak Kerugian
Menurut Jubir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Wahab, data sementara menunjukkan 13 daerah terdampak bencana. Dari laporan awal, estimasi kerugian akibat banjir dan longsor diperkirakan mencapai sekitar Rp 4,9 miliar. Ilham menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara, karena tim masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan yang lebih rinci. Pemprov Sumbar terus memantau perkembangan situasi bencana agar respons yang di berikan lebih tepat sasaran.
Kabupaten dan Kota yang Terdampak
Daerah-daerah yang terdampak bencana antara lain Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, dan Kota Bukittinggi. Selain itu, Kota Solok, Padang Panjang, Limapuluh Kota, dan Pasaman juga terdampak. Banjir dan longsor ini menimbulkan berbagai dampak mulai dari rumah warga yang terendam, jalan yang putus, hingga fasilitas umum yang rusak. Masyarakat di daerah terdampak di minta untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Penetapan Masa Tanggap Darurat
Penetapan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari di lakukan untuk memastikan seluruh proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan infrastruktur berjalan dengan lancar. Selama masa tanggap darurat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bekerja sama dengan BPBD serta instansi terkait untuk menyalurkan bantuan logistik, membuka posko kesehatan, serta melakukan pemantauan kondisi warga terdampak. Masa tanggap darurat ini juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana.
Upaya Evakuasi dan Bantuan Darurat
Tim BPBD Sumbar bersama aparat keamanan dan relawan sudah di kerahkan ke lapangan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak. Beberapa titik banjir di laporkan masih tergenang, sehingga evakuasi menjadi prioritas utama. Selain itu, bantuan darurat berupa makanan, air bersih, pakaian, dan obat-obatan juga telah mulai di salurkan ke daerah terdampak. Masyarakat di himbau untuk tetap tenang dan menyalurkan informasi melalui jalur resmi agar koordinasi penanganan bencana lebih efektif.
Kondisi Infrastruktur dan Jalan Terdampak
Selain merendam pemukiman warga, banjir dan longsor juga berdampak signifikan pada infrastruktur. Beberapa jalan penghubung kabupaten dan kota terputus, mempersulit akses distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat. Fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan pasar juga mengalami kerusakan di beberapa titik. Pemerintah provinsi telah menyiapkan alat berat dan tim teknis untuk memperbaiki akses jalan dan fasilitas publik yang terdampak.
Pemantauan dan Data yang Terus Bergerak
Ilham Wahab menekankan bahwa data kerugian dan jumlah korban masih terus di perbarui. Tim BPBD yang berada di lapangan melakukan pemantauan intensif untuk mendata jumlah rumah terdampak, warga yang mengungsi, serta fasilitas umum yang rusak. Hal ini penting agar bantuan yang di salurkan tepat sasaran dan program rehabilitasi dapat segera di jalankan. Pemerintah provinsi juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan kondisi di daerah masing-masing agar upaya penanganan bencana lebih optimal.
Imbauan bagi Masyarakat
Pemerintah Sumbar meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, terutama di daerah rawan bencana. Warga di himbau untuk menghindari sungai atau lokasi rawan longsor selama masa tanggap darurat. Selain itu, masyarakat di imbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pemerintah setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Harapan Pemulihan
Meski bencana ini membawa dampak cukup signifikan, pemerintah provinsi optimis bahwa proses pemulihan akan berjalan cepat dengan dukungan seluruh pihak. Penanganan bencana yang cepat, koordinasi lintas instansi, dan bantuan masyarakat di harapkan mampu meringankan beban korban serta mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak. Pemprov Sumbar menegaskan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga kondisi kembali normal.