Perancah Bambu di Wang Fuk Court Dilalap Api, Asap Pekat Selimuti Tai Po

Perancah Bambu di Wang Fuk Court Dilalap Api, Asap Pekat Selimuti Tai Po

Pilarupdate.comSebuah kebakaran hebat menghanguskan perancah bambu di Wang Fuk Court, Tai Po, pada Rabu sore, menimbulkan kepanikan bagi penghuni dan warga sekitar. Api yang cepat menjalar dari satu perancah ke perancah lain menghasilkan kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi, terlihat dari beberapa kilometer jauhnya. Kejadian ini memicu evakuasi darurat dan penutupan sementara sejumlah jalan di sekitar kawasan.

Kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Menurut saksi mata, api diduga berasal dari area perancah yang digunakan untuk renovasi salah satu bangunan di kompleks Wang Fuk Court. Angin kencang pada sore itu membuat kobaran api cepat membesar dan menyebar, membakar struktur bambu yang mudah terbakar.

“Api menyebar begitu cepat, kami hanya sempat menyelamatkan beberapa barang dan memastikan semua penghuni keluar dari gedung dengan aman,” kata seorang penghuni yang meminta namanya tidak disebutkan.

Petugas pemadam kebakaran Tai Po segera diterjunkan ke lokasi dengan beberapa unit mobil pemadam dan peralatan khusus untuk menangani kebakaran pada perancah bambu yang padat. Upaya pemadaman mengalami tantangan karena sifat bambu yang mudah terbakar dan tinggi perancah yang mencapai beberapa lantai. Meskipun demikian, tim pemadam berhasil mengendalikan api dalam waktu kurang lebih satu jam setelah laporan diterima.

Kepulan asap pekat dari kebakaran sempat mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan Tai Po. Polisi setempat menutup beberapa jalan utama untuk memberi ruang bagi petugas pemadam bekerja, serta memastikan keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi. Selain itu, sejumlah warga yang tinggal dekat dengan Wang Fuk Court dievakuasi sementara untuk menghindari risiko paparan asap dan percikan api.

Belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, beberapa penghuni mengalami gangguan pernapasan ringan akibat asap yang pekat. Tim medis setempat langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi, dan beberapa warga dibawa ke klinik terdekat untuk observasi lebih lanjut. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan adanya kelalaian saat penggunaan peralatan listrik atau sumber api lainnya di area perancah.

Kebakaran perancah bambu di Wang Fuk Court ini kembali menyoroti risiko tinggi penggunaan bahan bangunan mudah terbakar dalam proyek renovasi dan konstruksi. Ahli keselamatan bangunan menyarankan agar setiap pekerjaan renovasi memperhatikan standar keamanan kebakaran, termasuk penempatan alat pemadam api ringan dan prosedur evakuasi yang jelas.

“Perancah bambu memang umum digunakan karena murah dan fleksibel, tetapi sangat rentan terbakar. Kesadaran dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan sangat penting untuk mencegah insiden serupa,” ujar seorang pakar keselamatan kebakaran lokal.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas pemadam kebakaran terus melakukan pendinginan dan pemeriksaan sisa bara untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan evaluasi keselamatan dan memberikan rekomendasi untuk proyek renovasi di kawasan Tai Po agar kejadian serupa tidak terulang.

Warga Wang Fuk Court kini mulai membersihkan puing-puing kebakaran dan menilai kerusakan yang ditimbulkan. Meskipun kerugian materi belum dipastikan secara resmi, banyak perancah dan peralatan konstruksi dilaporkan hangus. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi penghuni dan pekerja konstruksi mengenai pentingnya keselamatan kebakaran, terutama saat menggunakan material yang mudah terbakar.

Kebakaran di Wang Fuk Court menjadi peristiwa serius di Tai Po, memunculkan keprihatinan masyarakat terhadap risiko kebakaran di kawasan padat hunian dan konstruksi. Pihak berwenang berjanji akan meningkatkan pengawasan dan edukasi keselamatan kebakaran di seluruh wilayah Tai Po, agar warga lebih siap menghadapi kemungkinan darurat di masa depan.